Ada sesuatu yang rasanya bergejolak....
Berdentum...! Bergemuruh...! Menggema dalam dada...
Sementara perjalananku belum lagi sempurna...
Seribu aral belum lagi terlampau...
Seuntai doa belum lagi kupanjatkan...
Bulat bulat terjal dan curam bebatuan...
Desau angin malam beralun lembut...
Hantarkan keheningan dengan sejuta makna...
Sementara aku menyusuri ilalang...
Dengan anak duri mencabik tubuhku...
Tapi tak kuasa rasanya menahan...
Sesuatu yang terus mendera fikirku...
Karena kulihat kau di atas mega...
Yang tak terjangkau dari puncak bukit...
Dan malam serasa mati...
Kujejakkan kaki di atas rumput panjang...
Kuteriakkan pada mega di atas sana...
Agar sudi mengirim sukaku...
Agar sesuatu tak lagi berteriak...
Tak lagi menggeletarkan ilusi ilusi dadaku...
Akh...!
Berdentum...! Bergemuruh...! Menggema dalam dada...
Sementara perjalananku belum lagi sempurna...
Seribu aral belum lagi terlampau...
Seuntai doa belum lagi kupanjatkan...
Bulat bulat terjal dan curam bebatuan...
Desau angin malam beralun lembut...
Hantarkan keheningan dengan sejuta makna...
Sementara aku menyusuri ilalang...
Dengan anak duri mencabik tubuhku...
Tapi tak kuasa rasanya menahan...
Sesuatu yang terus mendera fikirku...
Karena kulihat kau di atas mega...
Yang tak terjangkau dari puncak bukit...
Dan malam serasa mati...
Kujejakkan kaki di atas rumput panjang...
Kuteriakkan pada mega di atas sana...
Agar sudi mengirim sukaku...
Agar sesuatu tak lagi berteriak...
Tak lagi menggeletarkan ilusi ilusi dadaku...
Akh...!

Post a Comment