Sang
fajar tlah lama pergi ke peraduannya
Bulan
bintang tak kunjung mau bertenger di langit
Hanya
rintik hujan dan sesautan nyanyian katak yang tersisa
Mengalun indah bagaikan untaian nada yang mendayu
Mengalun indah bagaikan untaian nada yang mendayu
Kenangan
manis berhilir dalam benakku
Segala manis pun pait yang tak bisa dilupa
Slalu bersama untuk tertawa dan menangis
Di sebuah gedung sekolah yang damai
Segala manis pun pait yang tak bisa dilupa
Slalu bersama untuk tertawa dan menangis
Di sebuah gedung sekolah yang damai
Aku
pergi dengan sedih hati yang mendalam
Tinggalkan
sahabat yang tlah mewarnai hariku
Tangan melambai sebagai tanda untuk berpisah
Air mata pun tak tahan untuk ikut mengiringi
Tangan melambai sebagai tanda untuk berpisah
Air mata pun tak tahan untuk ikut mengiringi
Hari itu kini kembali teringat oleh batinku
Aku
disini yang tlah tinggalkamu
Tak
membawa segalanya untuk pergi
Menyisakan
kenangan yang memang tuk diingat
Ku
hanya bisa menggoreskan tinta di kertas
Untuk menuliskan rangkaian kata ini untukmu
Melukiskan perasaan kecamuk rindu terbatin
Menemani persahabatan kita di lubuk hati
Untuk menuliskan rangkaian kata ini untukmu
Melukiskan perasaan kecamuk rindu terbatin
Menemani persahabatan kita di lubuk hati

Post a Comment